PERDAGANGAN DAN INVESTASI DALAM BURSA KOMIDITI

I.              Pendahuluan

Pengalaman krisis ekonomi yang berpengaruh pada ketidakpastian arah perekonomian dan tingkat inflasi yang tinggi membuat para investor beralih ke investasi emas yang dirasa lebih aman. Emas dipercaya oleh sebagian besar masyarakat sebagai investasi yang aman karena kecenderungannya untuk terus menerus naik dari periode ke periode. Namun pada prakteknya beberapa spekulan beranggapan naik turun atau volatilitas harga emas dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan komoditas –komoditas lainnya , sehingga emas dalam bursa komoditas menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati.

Bursa Komoditi merupakan tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran komoditas dan derivatifnya. Pihak penjual dan pihak pembeli barang-barang komoditas bertemu di bursa tersebut. Selain pembeli dan penjual, ada pula pedagang perantarayang dikenal dengan komisioner dan makelar . Komisioner mengambil posisi sendiri,sedangkan makelar tidak dapat memegang posisi. Komoditi yang umumnya ditransaksikan adalah kopi, kakao, gula, kedelai, jagung, emas, tembaga, kapas, lada, gandum, dan CPO (crude palm oil, minyak sawit mentah),katun, susu, logam (emas, perak, nikel) dan juga kontrak future yang menggunakan komoditi sebagai aset acuannya.

Perdagangan di dalam bursa komoditi dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

  1. Perdagangan Fisik (Lelang) yang bersifat efektif: Transaksi perdagangan yang segera diikuti dengan penyerahan barang secara tunai dari penjual kepada pembelinya
  2. Perdagangan future dan forward: Perdagangan atau transaksi yang telah dilakukan namun tidak segera diikuti dengan penyerahan barangnya. Penyerahan barang biasa dilakukan beberapa bulan kemudian, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak.

Mengidentifikasi Keuntungan dari Kontrak Future dan Forward

Kontrak Future dapat memberikan beberapa manfaat bagi perekonomian, di antaranya adalah :

  1. Sebagai sarana pengalihan risiko (transfer of risk) melalui kegiatan lindung nilai (hedging), dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi produsen, eksportir atau pedagang sebagai alat untuk melindungi dirinya dari risiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditinya dapat diprediksi dan dikunci dengan baik.
  2. Sebagai tempat pembentukan harga yang transparan (price discovery) sehingga dapat dijadikan sebagai harga referensi yang terpercaya, karena penentuan harga dilakukan berdasarkan mekanisme pasar, yaitu berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi petani produsen dan pihak-pihak yang memerlukan harga sebagai referensi untuk kepentingan usahanya;
  3. Sebagai alternatif investasi (investment enhancement). Dalam hal ini, kehadiran pasar berjangka dapat dimanfaatkan oleh mereka yang berani mengambil risiko yang mengharapkan keuntungan dari perubahan harga

Tujuan Penulisan Makalah

  1. Untuk mengetahui transaksi forward contract dan future contract dalam bursa komoditi
  2. Untuk mengetahui strategi mengelolah kontrak forward dan future untuk memperoleh keuntungan optimum.

II.            Forward contract dan Future contract

Pasar future dan pasar forward secara luas sudah dikenal dan sudah lama memiliki peran penting dalam ekonomi. Pasar Future dipercaya sebagai pasar yang terorganisir sementara pasar forward lebih dari pasar bilateral. praktik perdagangan forward dan future telah berlangsung sejak zaman dahulu kala pada masa Yunani kuno ataupun Fenisia namun sejarah perdagangan berjangka modern dimulai pada awal abad ke 18 di Chicago Amerika. Chicago yang terletak dekat danau Great Lakes, adalah merupakan suatu pusat transportasi, distribusi dan perdagangan hasil pertanian oleh karena letak Chicago yang berdekatan dengan pusat pertanian dan peternakan dari wilayah barat Amerika Midwest

Melimpahnya panenan dan kekurangan sediaan senantiasa mengakibatkan fluktuasi harga di pasaran. Hal inilah yang mendorong terbentuknya suatu pasar yang memungkinkan para pedagang komoditas biji-bijian (grain), pengguna bahan baku

(seperti pabrik, dll), perusahaan yang bergerak di bidang agro bisnis ( misalnya untuk

keperluan ekspor) untuk melakukan suatu transaksi “masa mendatang” atau “pembayaran di depan” atau yang dikenal dengan istilah forward contract) untuk melindungi mereka terhadap risiko perubahan harga yang merugikandan memungkinkan dilakukannya hedging). Forward kontrak inilah yang kini berkembang menjadi future contract.

1.    Forward Contract

Forward Contract adalah kontrak keuangan dimana setelah kedua belah pihak mengadakan kesepakatan dan menentukan harga dimana kedua belah pihak setuju untuk membeli atau menjual komoditas pada  tanggal tertentu di masa depan tanpa mengeluarkan awal uang.  Harga yang ditetapkan di pasar forward disebut harga berjangka dan tanggal jatuh tempo yang  ditentukan disebut tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa. Kontrak forward tidak diperdagankan di bursa terorganisir, tetapi diperdagankan dengan cara over the counter (OTC).

Kontrak forward dalam prakteknya tidak menggunakan rumah kliring seperti future contract karena dalam perdagangan forward kedua belah pihak tidak memiliki standard baku jumlah komoditi yang boleh diperdagangkan. Kontrak forward tidak dapat diperdagangkan dari hari ke hari seperti kontrak future, namun kontrak forward berakhir hanya pada tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa.

2.    Future Contract

Seperti kontrak forward, kontrak future adalah kontrak keuangan dimana salah satu pihak menentukan harga di mana kedua belah pihak setuju untuk membeli atau menjual komoditi pada beberapa tanggal tertentu di masa depan tanpa  uang muka.  Pada harga tertentu dimana harga futures dan tanggal masa depan yang ditetapkan disebut tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa.

Perdagangan kontrak berjangka selalu terjadi di bursa komoditas, yang disebut pertukaran,yang diselenggarakan oleh pejabat lembaga keuangan. Untuk memastikan likuiditas, kontrak future sangat standar sehubungan dengan ukuran kontrak (contoh 1000 kg emas) dan tanggal kadaluwarsa. Kontrak future tidak dimulai secara langsung antara dua pihak, melainkan masing-masing pihak dalam kontrak future memulai kontrak dengan perusahaan kliring atau clearing house. Hal ini  dilakukan untuk melindungi pihak – pihak dalam kontrak future dari default (atau kredit) risiko counterparty.

3.    Komoditi

Komoditi dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka
  2. Secara lebih umum, suatu produk yang diperdagangkan, termasuk valuta asing, instrumen keuangan dan indeks.

Resiko dalam perdagangan komoditi, selain dari gagal janji, disebabkan oleh fluktuasi harga. Harga sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar komoditi. Permintaan ditentukan oleh pertambahan penduduk, pertambahan penggunaan, penggunaan baru dan karena substitusi. Penawaran beribah karena pertambahan kapasitas produksi (luas lahan yang ditanam atau pabrik baru yang dibangun), musim, cuaca baik atau buruk, larangan atau insentip pemerintah, bencana alam maupun perang atau perdamaian. Jadi banyak sekali faktor yang tidak bisa diramalkan. Hal inilah yang mendorong timbulnya kebutuhan akan lindung nilai. Kebutuhan akan lindung nilai dipenuhi dengan pembuatan kontrak di LUAR mau di DALAM Bursa. Mula-mula kebutuhan akan hedging  ini hanya dirasakan dalam perdagangan komoditi pertanian , tetapi makin lama kebutuhan itu dirasakan untuk semua macam komoditi, termasuk komoditi keuangan, cuaca, ekonomi, perbankan dan sebagainya.

Dalam parakteknya investor harus selalu mengamati berbgai perubahan –perubahan fundamental yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga komoditas, faktor –faktor yang mempengaruhi harga komoditas yaitu:

1.    Kepanikan financial secara global

Krisis global terjadi dalam skala menengah setiap 5 tahun sekali, dan krisis besar setiap 10 tahun sekali. Tekanan-tekanan ekonomi membuat daya tahan kesejahteraan dan kemakmuran menjadi rentan, dalam situasi ini emas justru naik.

contoh :

Great Depression 1930, krisis local di AS tahun 1970 – 1971, tahun 1980 krisis energi dunia karena harga minyak naik, krisis tahun 1998 yang menyapu sebagian besar negara berkembang, dan terakhir tahun 2008 hantaman krisis kembali menimpa Amerika.

2.    Kepanikan financial secara global

Inflasi diangka 2 digit (13%) pada inflasi menandakan sesuatu yang tidak nyaman terjadi, akibat naiknya harga-harga, maka nilai emas juga makin tinggi melebihinya.

Contoh :

Pada tahun 2009 lalu, performa emas meyakinkan dengan naik 24,9% setahun, ‘meninggalkan jauh’ inflasi yang cukup rendah di bawah 10%. Inflasi hanya mengikis nilai uang kertas, tapi tak mempengaruhi sedikitpun harga emas.

3.    Kejadian politik besar yang mempengaruhi kestabilan politik internasional

Hal-hal yang melibatkan negeri-negeri barat dan timur tengah sebagai pemasok utama minya dunia, membuat situasi tidak menentu, maka emas selalu menjadi pegangan dan sandaran, justru naik ketika situasi geopolitik

Contoh :

Kejadian-kejadian seperti 9/11, perang 7 tahun Iran vs Irak, penyerbuah Irak ke Kuwait, dan lainnya

4.    Kurs Dollar menguat

Harga emas dunia masih ditakar dengan US Dollar. Sehingga jika menguat, maka harga emas akan terbawa naik

5.    Kenaikan harga minyak dan harga komoditas pada umumnya.

Ketika kebutuhan pokok naik, harga minyak mentah dan emas juga naik. Kehebatan dasar dari emas, yaitu nilai belinya terhadap komoditas selalu tetap. sementara uang kertas sebaliknya.

6.    Naiknya permintaan emas sebagai cadangan devisa negara

Terjadi berbagai tekanan dan goncangan ekonomi dunia, maka negara-negara akan mencari emas untuk memperkuat ketahanan ekonomi negaranya.

Contoh :

krisis ekonomi AS makin parah tahun lalu, dimulai bulan September 2009 negara-negara seperti China, India, Mauritius dan Sri Lanka memperkuat cadangan devisanya berupa emas seberat 403 ton, membuat harga emas meroket hingga ke titik tertingginya USD 2.000 per troy once pada awal Desember 2009.

7.    Naiknya konsumsi emas dunia dan permintaan emas di pasar lokal

Situasi ini berlakunya hukum permintaan dan penawaran, penyebabnya adalah jumlah cadangan emas di perut bumi bertambah seiring pertambahan jumlah populasi manusia, yaitu sekitar 1,5% saja per tahun. Jadi emas selalu cukup, namun selalu langka. Emas tak pernah kelebihan supply yang membuat harganya turun. Yang terjadi sebaliknya : penambangan dan pengolahannya terbatas, sehingga emas tetap saja langka. Ketika permintaan naik dan supply tetap, maka otomatis harganya naik.

Dalam pasar elastis prediksi pergerakan pasar sangat terbatas, karena banyaknya transaksi dan aksi spekulan dalam mengambil untung sementara, namun dalam jangka panjang beberapa analisa fundamental dapat menghedging investor dari risiko dan keuntungan yang optimal.

4.    Kesimpulan

Pengalaman krisis ekonomi yang berpengaruh pada ketidakpastian arah perekonomian dan tingkat inflasi yang tinggi membuat para investor beralih ke investasi emas yang dirasa lebih aman.  Beberapa investor melakukan jual beli emas melalui pasar komoditi. Ada 2 macam perdagangan dalam pasar komoditi:

Perdagangan Fisik (Lelang) yang bersifat efektif

Transaksi perdagangan yang segera diikuti dengan penyerahan barang secara tunai dari penjual kepada pembelinya

Perdagangan future dan forward.

Perdagangan atau transaksi yang telah dilakukan namun tidak segera diikuti dengan penyerahan barangnya. Penyerahan barang biasa dilakukan beberapa bulan kemudian, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak.

Dalam perdagangan future dan forward, pembeli sepakat dengan penjual untuk menjual atau membeli dengan harga yang telah disepakati untuk masa mendatang. Kontrak forward maupun future dapat dioptimalkan baik untuk menghedging ketidak pastian mendatang maupun untuk mengoptimalkan profit ketika investor dapat meramalkan harga masa mendatang dengan tepat dan akurat.

Daftar Pustaka.

Chen, Yu Chin, Rogoff Keneth and Rossi, Barbara (2008). Can exchange rates forecast

Commodity prices?. from http://ssrn.com/abstract=1183164

http://id.wikipedia.org/wiki/Komoditi

http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_berjangka

Lansa, Alessandro, Manera, Matteo and McAleer, Michael (2004), Modelling Dynamic Conditional Correlations in WTI Oil Forward and Futures Returns. From http://ssrn.com/abstract=546484

http://ralitadinar.com/2011/05/16/faktor-mempengaruhi-harga-emas/

Zakamouline, Valeri I. (2007). On the Pricing and Hedging of Options on Commodity Forward and Futures Contracts. A Note. from http://ssrn.com/abstract=946369

~ oleh daud ario pada 28/07/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: