ENTERING FOREIGN MARKET

MEMUTUSKAN APAKAH HARUS MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI

Sebagian besar perusahaan lebih suka tetap tinggal di dalam negeri andaikata pasar dalam negerinya cukup besar. Para manajer tidak perlu mempelajari bahasa dan undang – undang lain, bertransaksi dengan mata uang yang cepat berubah – ubah, menghadapi ketidakpastian politik dan hukum, atau merancang ulang produk – produk mereka supaya sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan yang berbeda – beda. Bisnis akan menjadi lebih mudah dan aman.

Beberapa faktor menarik makin banyak perusahaan ke arena internasional :

  • Perusahaan – perusahaan global yang menawarkan produk – produk yang lebih baik atau harga yang lebih murah dapat menyerang pasar dalam negeri perusahaan itu. Perusahaan tersebut mungkin ingin menyerang balik pesaing – pesaing ini di pasar dalam negerinya sendiri.
  • Perusahaan tersebut menemukan bahwa beberapa pasar asing menawarkan peluang laba yang lebih tinggi daripada pasar dalam negeri.
  • Perusahaan tersebut membutuhkan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai ekonomi skala.
  • Perusahaan tersebut ingin mengurangi ketergantungannya pada satu pasar saja.
  • Pelanggan perusahaan tersebut pergi ke luar negeri dan membutuhkan layanan internasional.

risiko yang dihadapi suatu negara masuk ke pasar asing:

1. Besarnya Hutang Luar Negeri

2. Pemerintahan Tidak Stabil

3. Masalah Nilai Tukar (KURS)

4. Persyaratan Masuk dan Birokrasi (Host Contry)

5. Tarif, Proteksi dan Hambatan Perdagangan lain

6. Korupsi

7. Pembajakan Teknologi

8. Tingginya Biaya dan Adaptasi Komunikasi

BERAPA BANYAK PASAR HARUS DIMASUKI

  • beroperasi di negara dengan jumlah yanglebih sedikit namun dengan komitmen dan penetrasi yang lebih mendalam dalam masing – masing negara.

Ayal dan Zif telah menegaskan bahwa perusahaan seharusnya memasuki lebih

sedikit negara jika :

  • Biaya untuk memasuki pasar dan mengendalikan pasar ternyata tinggi.
  • Biaya untuk menyesuaikan produk dan komunikasi ternyata tinggi.
  • Ukuran dan pertumbuhan populasi dan penghasilan ternyata tinggi di negara – negara yang pertama kali dipilih.
  • Perusahaan asing yang dominan dapat menciptakan hambatan masuk yang tinggi.

Kebutuhan – kebutuhan dunia yang sedang berkembang yang tidak terpenuhi merupakan pasar potensial yang sangat besar untuk makanan, pakaian, perumahan, barang elektornik konsumen, peralatan rumah tangga, dan barang –barang lain

Strategi masuk ke dalam pasar Internasional:

1. EXPORT

2. IMPORT

3. LICENCING

4. WARALABA

5. JOINT VENTURE

6. FOREIGN DIRECT INVESTMENT

EXPORT

EKSPOR TIDAK LANGSUNG

Melalui perantara independen:

Pedagang ekspor berbasis domestic

Pedagang membeli langsung dari industry dan menjualnya ke LN

Agen ekspor berbasis domestic

Agen yang mencari dan menegosiasikan dengan pedagan LN , lalu mendapatkan komisi dari usahanya tersebut

Organisasi kooperatif.

Melaksanakan kegiatan ekspor atas nama beberapa produsen dan sebagian dibawah kendali administrative mereka. Organisasi koperasi ini sering digunakan produsen produk – produk primer, seperti buah – buahan dan kacang – kacangan. Perusahan manajemen ekspor ( export – management company ) setuju untuk mengelola kegiatan ekspor suatu perusahaan dengan memperoleh bayaran.

Perusahaan manajemen domestik.

Mengelolah ekspor suatu perusahaan dengan tarif tertentu

EKSPOR LANGSUNG

Resiko lebih besar namun keuntungan juga lebih besar arena tidak membayar perantara, keputusan eksport langsung biasanya dilakukan oleh perusahan yang akan melakukan ekspor secara kontinyu

Menangani sendiri dengan cara

  1.   Departemen atau Divisi ekspor domestic ( domestic – basedexport department or division )
  2.  Anak perusahaan / cabang penjualan LN ( overseas sales branch or subsidiary ):Cabang penjualan ini menangani penjualan   dan distribusi, dan mungkin juga menangani pergudangan dan promosi. Cabang penjualan tersebut sering berperan pusat pajangan dan layanan pelanggan.
  3. Perwakilan Ekspor keliling ( traveling export salesrepresentatives ) : Perwakilan penjualan yang berbasis di dalam negeri dikirim ke luar negeri untuk mencari bisnis.
  4.   Distributor / agen berbasis LN  ( foreign – based distributors or agents ): Distributor dan agen ini mungkin akan diberikan hak eksklusif untuk mewakili perusahaan tersebut di negara tujuan, atau hanya mempunyai hak terbatas.

LISENSI

Pemberi lisensi adalah cara yang sederhana bagi produsen untuk terlibat dalam pemasaran internasional. Pemberi lisensi ( licensor ) memberikan lisensi kepada perusahaan asing menggunakan proses produksi, merek dagang, paten, rahasia dagang, atau sesuatu yang berharga lainnya dengan memperoleh bayaran ( fee ) atau royalty. Pemberi lisensi tersebut memperoleh sedikit risiko untuk masuk ; pemegang lisensi ( licensee ) memperoleh kealian produksi atau produk atau merek yang sudah terkenal.

JOINT VENTURE

Investor asing mungkin akan bergabung dengan investor lokal untuk membentuk usaha patungan ( joint venture ) di mana mereka sama – sama mempunyai kepemilikan dan kendali.

FOREIGN DIRECT INVESTMENT

Bentuk terakhir keterlibatan di luar negeri adalah kepemilikan langsung atas fasilitas perakitan atau produksi yang berbasis di luar negeri. Perusahaan asing tersebut dapat membeli sebagian atau seluruh kepemilikan suatu perusahaan lokal atau membangun fasilitasnya sendiri. Jika pasar tersebut tampaknya cukup besar, fasilitas produksi luar negeri akan menawarkan keuntungan uang jelas.

Pertama, perusahaan tersebut dapat memperoleh ekonomi biaya dalam bentuk tenaga kerja atau bahan mentah yang lebih murah, insentif investasi pemerintah asing, dan penghematan biaya pengangkutan.

Kedua, perusahaan tersebut memperkuat citranya di negara tujuan karena menciptakan lapangan kerja.

Ketiga, perusahaan tersebut mengembankan hubungan yang lebih mendalam dengan pemerintah, pelanggan, pemasok lokal, dan distributor, yang akan memungkinkannya lebih sanggup menyesuaikan produk – produknya dengan lingkungan lokal.

Keempat, perusahaan tersebut mempertahankan kendali penuh atas investasinya dan karena itu dapat mengembangkan kebijakan – kebijakan produksi dan pemasaran yang mendukung tujuan – tujuan internasional jangka panjangnya. Kelima, perusahaan tersebut menjamin aksesnya ke pasar seandainya negara tujuan tadi mulai menuntut agar barang – barang yang dibeli di negara itu

harus memiliki kandungan lokal.

STRATEGI PRODUK

  1. PERLUASAN LANGSUNG ( STRAIGHT EXTENSION )

Menjual produk tanpa melakukan perubahan bentuk maupun kemasan

  1. PENYESUAIAN PRODUK ( PRODUCT ADAPTATION )

Melakukan beberapa perubahan  produk menyesuaikan dengan preferensi lokal

  1. PENEMUAN PRODUK ( PRODUCT INVENTION )
  • Penemuan maju ( forward invention ) adalah menciptakan produk baru untuk memenuhi kebutuhan di negara lain.
  • Penemuan mundur ( backward invention ) adalah memperkenalkan kembali bentuk – bentuk produk sebelumnya yang disesuaikan dengan baik dengan kebtuhan – kebutuhan negara asing.

STRATEGI HARGA

Ada 3 macam strategi harga

  1. Harga seragam
  2. Harga berdasarkan pasar masing –masing negara
  3. Harga berdasarkan biaya dimasing –masing negara

SALURAN DISTRIBUSI

Ketiga mata rantai utama antara penjual dan pemakai akhir :

  1. Kantor pusat pemasaran internasional penjual, departemen ekspor atau divisi internasional mengambil keputusan mengenai saluran dan unsur – unsure bauran pemasaran lain.
  2. Saluran antar – begara, membawa produk tersebut ke perbatasan negara –negara asing. Keputusan – keputusan yang diambil dalam mata rantai inimencakup jenis – jenis perantara ( agen, perusahaan dagang ) yang akandigunakan, jenis transportasi ( udara, laut ), dan pengaturan keuangan dan risiko.
  3. Saluran di negara – negara asing, membawa produk tersebut dari titik masuknya ke pembeli dan pemakai akhir.

PARA PELAKU DALAM KEGIATAN EKSPOR-IMPOR

1 . KELOMPOK INDENTOR

2. KELOMPOK IMPORTIR

3. KELOMPOK PROMOSI

4. KELOMPOK EKSPORTIR

5. KELOMPOK PENDUKUNG

PARA INDENTOR

Indentor adalah Pengusaha yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menyuruh Importir mengimpor Barang Kena Pajak untuk dan atas kepentingannya;

1. pemakai langsung

2. para pedagang

3. para pengusaha (perkebunan,industriawan, instansi pemerintah)

KELOMPOK IMPORTIR

1. Pengusaha Importir

2. Approved Importer, yaitu Pengusaha Biasa yg secara khusus diistimewakan pemerintah (importir cengkeh, teh, kopi,dll)

3. Importir terbatas

4. Importir Umum

5. Sole Agent Importer, yaitu importir asing yg buka cabang di daerah eksportir

KELOMPOK PROMOSI

1. Kantor perwakilan dari produsen atau eksportirasing di negara importir

2. Ktr Perwakilan Kadin yg ada d LN atau di DN

3. Misi Perdagangan dan Pameran Internasional(Trade Fair) yg diadakan di pusat perdagangan

dunia, seperti Jakarta Fair, Tokyo Fair, dll

4. Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

5. Kantor Bank Devisa

6. Atase Perdagangan dan Trade Commisioner,kegiatan ekonomi di kedutaan

7. Majalah Dagang dan Industri (Lembar Kuning Buku Telp)

8. Brosur dan Leaflet

PENDUKUNG

1. Bank-Bank Devisa

2. Badan Usaha Transportasi

3. Maskapai Pelayaran

4. Maskapai Asuransi

5. Kantor Perwkilan (kedutaan)

6. Surveyor

7. Pabean

DOKUMEN

1. Dokumen Induk: Faktur Perdagangan, L/C,Bill of Lading, Polis Asuransi

2. Dokumen Penunjang: Paacking List, Weight Note, Measurment List, Inspection Certificate

(surveyor Report), Chemical Analysis, TestCertificate, Manufacture Certificate, Certificate of Origin

3. Dokumen Pembantu:Intruction Manual, Layout Sceme, Brochure or Leaftlet.

PROSEDUR TRANSAKSI IMPOR LETTER OF CREDIT

1. Jaminan (Coverage Letter of Credit Import). Guna penerbitan L/C nasabah atau Importir harus memberikan jaminan sebesar nilai L/C sesuai dengan valuta L/C tersbut. Importir dapat

mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas setor jaminan/fasilitas kredit untuk

pembukaan L/C yang biasanya disebut fasilitas Pembukaan L/C.

2. Pemeriksaan Aplikasi Permohonan Pembukaan L/C. Setelah importir memenuhi ketentuan-ketentuan umum seperti disebutkan sebelumnya, importer dapat mengajukan pembukaan L/C.

PERMOHONAN PEMBUKAAN L/C HARUS MENCANTUMKAN :

1. Jenis L/C

2. Cara pembukaan L/C

3. Tanggal berlakunya L/C dan tanggal pengapalan terakhir.

4. Nama jenis dan mutu barang.

5. Pelabuhan muat, pelabuhan tujuan dan cara pengapal dan barang.

6. Harga barang dan kondisi harga C&F. CIF atau FOB.

7. Nomor tarip pos dan lain-lain.

BANK MEMERIKSA APLIKASI

PENERBITAN L/C

1. Tanda tangan importir yang tertera didalam aplikasi harus sama dengan tanda tangan yang

ada di Angka Pengenal impor.

2. Jenis letter of credit harus irreocable.

3. Barang yang diimpor tidak termasuk kelompok barang yang dilarang

4. Negara asal barang bukan dari negara yang dilarang (Israel, Afrika Selatan, Angola, Portugis).

5. Golongan barang dan tarip pos CH3.

6. Syarat-syarat yang diminta tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

~ oleh daud ario pada 28/07/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: