Decision Making

Latar Belakang

Membuat keputusan (desicion making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses dan berlangsung dalam suatu sistem. Sistem dimana proses pengambilan keputusan itu berlangsung terdiri atas berbagai unsur atau elemen dan masing-masing merupakan suatu faktor yang ikut menentukan segala apa yang terjadi atau akan terjadi. Unsur utama dan mungkin yang terpenting di dalam proses pengambilan keputusan adalah masalah/problem. Sesuatu barulah merupakan masalah atau problem, dilihat dari segi pengambilan keputusan bilamana kita mempunyai tujuan yang jelas dan tegas yang sedang kita kejar. Pengambilan keputusan merupakan proses mental (kognitif proses) pemilihan suatu tindakan di antara beberapa alternatif skenario. Setiap pengambilan keputusan menghasilkan akhir pilihan . Outputnya bisa menjadi tindakan atau pendapat pilihan.

Menurut Nigro & Nigro (1984) faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
  1. Adanya pengaruh tekanan dari luar
  2. Adanya pengaruh kebiasaan lama (konservatisme)
  3. Adanya pengaruh sifat –sifat pribadi
  4. Adanya pengaruh dari luar dan lingkungan sosial
  5. Adanya pengaruh keadaan masa lalu (pengalaman)

Keputusan Perencanaan

Membuat keputusan tanpa perencanaan cukup umum, tapi tidak sering berakhir dengan baik. Perencanaan memungkinkan untuk keputusan yang harus dibuat nyaman dan dengan cara cerdas. Perencanaan membuat pengambilan keputusan lebih banyak lebih sederhana dari itu. Keputusan akan mendapatkan empat manfaat dari perencanaan:

  1. Perencanaan memberikan kesempatan untuk penetapan tujuan independen.
  2. Perencanaan memberikan standar pengukuran.
  3. Perencanaan mengkonversi nilai untuk bertindak. Anda berpikir dua kali tentang rencana dan memutuskan apa yang akan membantu memajukan rencana terbaik Anda.
  4. Perencanaan digunakan untuk menentukan keputusan yang sesuai dengan sumber daya yang ada.

Tipe –tipe pengambilan keputusan menurut Erich Fromm

  1. Tipe ketergantungan: tidak tegas hanya bergantung dengan orang lain
  2. Tipe eksploitatif: mengeksploitasi orang lain
  3. Hoarding Type: idenya hanya untuk memperkuat posisi tidak ingin membagikan pengetahuannya untuk orang lain.
  4. The marketing type : suka memamerkan idenya
  5. The productive type: adanya kemampuan, pengetahuan dan keterampilan serta pandangan jauh ke depan (revolutioner), penuh inisiatif dan kreatif.

Unsur penting dalam membuat keputusan yang berhasil:

  • Identifikasi alternative yang ada
  • Faktor yang tidak diketahui sebelumnya yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan sehingga dibutuhkan kemampuan prediksi.
  • Kebutuhan sarana untuk mengukur hasil yang dicapai.

Nilai – nilai yang mendasari Perilaku Decision Maker menurut James E Anderson (1974) yaitu;

  1. Political Values
  2. Organizational values
  3. Personal Values
  4. Policy Values
  5. Ideological Values

Dasar – dasar pengambilan keputusan menutut George R Terry (1962):

  • Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi
  • Pengambilan keputusan rasional
  • Pengambilan keputusan berdasarkan fakta
  • Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman
  • Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang

Tingkat –tingkat keputusan menurut Brinckloe:

  1. Automatic Decision
  2. Keputusan berdasarkan informasi yang diharapkan
  3. Keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan
  4. Keputusan berdasarkan ketidak pastian ganda.

Tehnik penentuan prioritas dalam pengambilan keputusan

  1. Pendekatan Kualitatif
  • Tehnik Brain Storming
  • Teknik Brain Writing
  • Tehnik diskusi / curah pendapat.
  • Tenik Delphi
  • Tehnik kelompok nominal, dll
  1. Pendekatan Kuantitatif
  • Metode Delbecq
  • Metode Hanlon
  • Metode Carl
  • Metode Bryant

Case: SBY masih ragu untuk memecat PKS

            Rencana kenaikan harga BBM April 2012 lalu yang diwarnai gesekan –gesekan dan perobahan peta koalisi, menimbulkan berbagai polemik rencana perombakan koalisi bahkan rencana pemecatan PKS dari koalisi yang sudah dibangun selama ini. Rencana pemecatan ini berhubungan dengan keputusan PKS yang menolak kenaikan harga BBM yang jelas bertolak belakang dari rencana pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM hingga Rp. 1.500,- April lalu, namun rencana itu gagal dikarenakan keputusan tersebut terganjal di tingkatan DPR. Partai Demokrat bependapat bahwa salah satu penyebab terganjalnya keputusan ini adalah sikap PKS yang “menghianati” koalisinya. Beberapa anggota koalisi berharap Presiden SBY bertindak tegas untuk mengambil keputusan pecat terhadap PKS. Namun berbeda dengan harapan partai –partai tersebut, sampai saat ini posisi Partai Keadilan Sejahera (PKS) belum jelas dan terkesan menggantung dalam koalisi. Pasalnya, walaupun beberapa anggota koalisi terang-terangan menghendaki PKS keluar dari Setgab, tapi PKS ngotot untuk tetap berada dalam barisan koalisi, bahkan Sekjen PKS, Anis Matta menyatakan PKS tidak akan keluar sendiri, tetapi akan menunggu keputusan Presiden SBY. Dalam Kasus ini Presiden SBY sulit untuk mengambil keputusan tegas, karena setiap keputusan beliau akan memiliki dampak terhadap kelangsungan kekuatan posisi pemerintahannya ke depan. Menurut Nigro & Nigro (1984) adanya pengaruh dari luar dan pengaruh sifat –sifat pribadi yang mempengaruhi keputusan, dalam kasus ini keputusan Presiden SBY yang akan berdampak terhadap langgengnya kekuatan posisi politiknya. Namun apabila Presiden SBY mengulur –ulur dan ragu –ragu dalam jangka waktu yang lebih lama, maka akan berdampak buruk juga terhadap kekuatan koalisinya dan akan membangkitkan krisis kepercayaan dari partai –partai lain yang loyal terhadapnya dan lebih buruk lagi menjadikan sikap PKS tersebut efek bola salju terhadap partai –partai lain dalam koalisi. Namun jumlah kursi PKS di DPR yang cukup besar membuat keputusan sulit diambil akibat keputusannya sangat dipengaruhi faktor politic value(Anderson,1974). Dalam kasus diatas dapat disimpulkan deretan keputusan yang ragu –ragu akan memiliki dampak penyelewengan –penyelewengan terhadap hasil di masa mendatang.

 

Daftar Pustaka

Anderson, James, E, Public Policy Making, New York, Holt, Rinehart and Wiston, 1974

Fromm, Erich. 2000. Akar Kekerasan. Penyunting: Kamdani. Yogyakarta:Pustaka

Pelajar.

George R. Terry, Ph.D (1962). Office Management and Control, Fourth Edition.

Homewood, Ilinois: Richard D. Irwin Inc.

Nigro, A. Felix and G. Liyd Nigro, 1984. Modern Public Administration, New York: Harper International Edition.

~ oleh daud ario pada 24/07/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: