Amazing His Grace

•01/08/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebelum ilmu luar angkasa berkembang, Alkitab itu dianggap sebagai suatu mitos. Namun, sekarang ini ilmu pengetahuan membuktikan bahwa Alkitab itu adalah buku ilmiah dan melebihi ilmu pengetahuan modern. Percayalah pada Alkitab! Alkitab itu adalah kitab satu-satunya yang memimpin kita kepada keselamatan.

PERDAGANGAN DAN INVESTASI DALAM BURSA KOMIDITI

•28/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

I.              Pendahuluan

Pengalaman krisis ekonomi yang berpengaruh pada ketidakpastian arah perekonomian dan tingkat inflasi yang tinggi membuat para investor beralih ke investasi emas yang dirasa lebih aman. Emas dipercaya oleh sebagian besar masyarakat sebagai investasi yang aman karena kecenderungannya untuk terus menerus naik dari periode ke periode. Namun pada prakteknya beberapa spekulan beranggapan naik turun atau volatilitas harga emas dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan komoditas –komoditas lainnya , sehingga emas dalam bursa komoditas menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati.

Bursa Komoditi merupakan tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran komoditas dan derivatifnya. Pihak penjual dan pihak pembeli barang-barang komoditas bertemu di bursa tersebut. Selain pembeli dan penjual, ada pula pedagang perantarayang dikenal dengan komisioner dan makelar . Komisioner mengambil posisi sendiri,sedangkan makelar tidak dapat memegang posisi. Komoditi yang umumnya ditransaksikan adalah kopi, kakao, gula, kedelai, jagung, emas, tembaga, kapas, lada, gandum, dan CPO (crude palm oil, minyak sawit mentah),katun, susu, logam (emas, perak, nikel) dan juga kontrak future yang menggunakan komoditi sebagai aset acuannya.

Perdagangan di dalam bursa komoditi dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

  1. Perdagangan Fisik (Lelang) yang bersifat efektif: Transaksi perdagangan yang segera diikuti dengan penyerahan barang secara tunai dari penjual kepada pembelinya
  2. Perdagangan future dan forward: Perdagangan atau transaksi yang telah dilakukan namun tidak segera diikuti dengan penyerahan barangnya. Penyerahan barang biasa dilakukan beberapa bulan kemudian, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak.

Mengidentifikasi Keuntungan dari Kontrak Future dan Forward

Kontrak Future dapat memberikan beberapa manfaat bagi perekonomian, di antaranya adalah :

  1. Sebagai sarana pengalihan risiko (transfer of risk) melalui kegiatan lindung nilai (hedging), dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi produsen, eksportir atau pedagang sebagai alat untuk melindungi dirinya dari risiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditinya dapat diprediksi dan dikunci dengan baik.
  2. Sebagai tempat pembentukan harga yang transparan (price discovery) sehingga dapat dijadikan sebagai harga referensi yang terpercaya, karena penentuan harga dilakukan berdasarkan mekanisme pasar, yaitu berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Dalam hal ini maka pasar berjangka bermanfaat bagi petani produsen dan pihak-pihak yang memerlukan harga sebagai referensi untuk kepentingan usahanya;
  3. Sebagai alternatif investasi (investment enhancement). Dalam hal ini, kehadiran pasar berjangka dapat dimanfaatkan oleh mereka yang berani mengambil risiko yang mengharapkan keuntungan dari perubahan harga

Tujuan Penulisan Makalah

  1. Untuk mengetahui transaksi forward contract dan future contract dalam bursa komoditi
  2. Untuk mengetahui strategi mengelolah kontrak forward dan future untuk memperoleh keuntungan optimum.

II.            Forward contract dan Future contract

Pasar future dan pasar forward secara luas sudah dikenal dan sudah lama memiliki peran penting dalam ekonomi. Pasar Future dipercaya sebagai pasar yang terorganisir sementara pasar forward lebih dari pasar bilateral. praktik perdagangan forward dan future telah berlangsung sejak zaman dahulu kala pada masa Yunani kuno ataupun Fenisia namun sejarah perdagangan berjangka modern dimulai pada awal abad ke 18 di Chicago Amerika. Chicago yang terletak dekat danau Great Lakes, adalah merupakan suatu pusat transportasi, distribusi dan perdagangan hasil pertanian oleh karena letak Chicago yang berdekatan dengan pusat pertanian dan peternakan dari wilayah barat Amerika Midwest

Melimpahnya panenan dan kekurangan sediaan senantiasa mengakibatkan fluktuasi harga di pasaran. Hal inilah yang mendorong terbentuknya suatu pasar yang memungkinkan para pedagang komoditas biji-bijian (grain), pengguna bahan baku

(seperti pabrik, dll), perusahaan yang bergerak di bidang agro bisnis ( misalnya untuk

keperluan ekspor) untuk melakukan suatu transaksi “masa mendatang” atau “pembayaran di depan” atau yang dikenal dengan istilah forward contract) untuk melindungi mereka terhadap risiko perubahan harga yang merugikandan memungkinkan dilakukannya hedging). Forward kontrak inilah yang kini berkembang menjadi future contract.

1.    Forward Contract

Forward Contract adalah kontrak keuangan dimana setelah kedua belah pihak mengadakan kesepakatan dan menentukan harga dimana kedua belah pihak setuju untuk membeli atau menjual komoditas pada  tanggal tertentu di masa depan tanpa mengeluarkan awal uang.  Harga yang ditetapkan di pasar forward disebut harga berjangka dan tanggal jatuh tempo yang  ditentukan disebut tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa. Kontrak forward tidak diperdagankan di bursa terorganisir, tetapi diperdagankan dengan cara over the counter (OTC).

Kontrak forward dalam prakteknya tidak menggunakan rumah kliring seperti future contract karena dalam perdagangan forward kedua belah pihak tidak memiliki standard baku jumlah komoditi yang boleh diperdagangkan. Kontrak forward tidak dapat diperdagangkan dari hari ke hari seperti kontrak future, namun kontrak forward berakhir hanya pada tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa.

2.    Future Contract

Seperti kontrak forward, kontrak future adalah kontrak keuangan dimana salah satu pihak menentukan harga di mana kedua belah pihak setuju untuk membeli atau menjual komoditi pada beberapa tanggal tertentu di masa depan tanpa  uang muka.  Pada harga tertentu dimana harga futures dan tanggal masa depan yang ditetapkan disebut tanggal pengiriman atau tanggal kadaluwarsa.

Perdagangan kontrak berjangka selalu terjadi di bursa komoditas, yang disebut pertukaran,yang diselenggarakan oleh pejabat lembaga keuangan. Untuk memastikan likuiditas, kontrak future sangat standar sehubungan dengan ukuran kontrak (contoh 1000 kg emas) dan tanggal kadaluwarsa. Kontrak future tidak dimulai secara langsung antara dua pihak, melainkan masing-masing pihak dalam kontrak future memulai kontrak dengan perusahaan kliring atau clearing house. Hal ini  dilakukan untuk melindungi pihak – pihak dalam kontrak future dari default (atau kredit) risiko counterparty.

3.    Komoditi

Komoditi dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka
  2. Secara lebih umum, suatu produk yang diperdagangkan, termasuk valuta asing, instrumen keuangan dan indeks.

Resiko dalam perdagangan komoditi, selain dari gagal janji, disebabkan oleh fluktuasi harga. Harga sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar komoditi. Permintaan ditentukan oleh pertambahan penduduk, pertambahan penggunaan, penggunaan baru dan karena substitusi. Penawaran beribah karena pertambahan kapasitas produksi (luas lahan yang ditanam atau pabrik baru yang dibangun), musim, cuaca baik atau buruk, larangan atau insentip pemerintah, bencana alam maupun perang atau perdamaian. Jadi banyak sekali faktor yang tidak bisa diramalkan. Hal inilah yang mendorong timbulnya kebutuhan akan lindung nilai. Kebutuhan akan lindung nilai dipenuhi dengan pembuatan kontrak di LUAR mau di DALAM Bursa. Mula-mula kebutuhan akan hedging  ini hanya dirasakan dalam perdagangan komoditi pertanian , tetapi makin lama kebutuhan itu dirasakan untuk semua macam komoditi, termasuk komoditi keuangan, cuaca, ekonomi, perbankan dan sebagainya.

Dalam parakteknya investor harus selalu mengamati berbgai perubahan –perubahan fundamental yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga komoditas, faktor –faktor yang mempengaruhi harga komoditas yaitu:

1.    Kepanikan financial secara global

Krisis global terjadi dalam skala menengah setiap 5 tahun sekali, dan krisis besar setiap 10 tahun sekali. Tekanan-tekanan ekonomi membuat daya tahan kesejahteraan dan kemakmuran menjadi rentan, dalam situasi ini emas justru naik.

contoh :

Great Depression 1930, krisis local di AS tahun 1970 – 1971, tahun 1980 krisis energi dunia karena harga minyak naik, krisis tahun 1998 yang menyapu sebagian besar negara berkembang, dan terakhir tahun 2008 hantaman krisis kembali menimpa Amerika.

2.    Kepanikan financial secara global

Inflasi diangka 2 digit (13%) pada inflasi menandakan sesuatu yang tidak nyaman terjadi, akibat naiknya harga-harga, maka nilai emas juga makin tinggi melebihinya.

Contoh :

Pada tahun 2009 lalu, performa emas meyakinkan dengan naik 24,9% setahun, ‘meninggalkan jauh’ inflasi yang cukup rendah di bawah 10%. Inflasi hanya mengikis nilai uang kertas, tapi tak mempengaruhi sedikitpun harga emas.

3.    Kejadian politik besar yang mempengaruhi kestabilan politik internasional

Hal-hal yang melibatkan negeri-negeri barat dan timur tengah sebagai pemasok utama minya dunia, membuat situasi tidak menentu, maka emas selalu menjadi pegangan dan sandaran, justru naik ketika situasi geopolitik

Contoh :

Kejadian-kejadian seperti 9/11, perang 7 tahun Iran vs Irak, penyerbuah Irak ke Kuwait, dan lainnya

4.    Kurs Dollar menguat

Harga emas dunia masih ditakar dengan US Dollar. Sehingga jika menguat, maka harga emas akan terbawa naik

5.    Kenaikan harga minyak dan harga komoditas pada umumnya.

Ketika kebutuhan pokok naik, harga minyak mentah dan emas juga naik. Kehebatan dasar dari emas, yaitu nilai belinya terhadap komoditas selalu tetap. sementara uang kertas sebaliknya.

6.    Naiknya permintaan emas sebagai cadangan devisa negara

Terjadi berbagai tekanan dan goncangan ekonomi dunia, maka negara-negara akan mencari emas untuk memperkuat ketahanan ekonomi negaranya.

Contoh :

krisis ekonomi AS makin parah tahun lalu, dimulai bulan September 2009 negara-negara seperti China, India, Mauritius dan Sri Lanka memperkuat cadangan devisanya berupa emas seberat 403 ton, membuat harga emas meroket hingga ke titik tertingginya USD 2.000 per troy once pada awal Desember 2009.

7.    Naiknya konsumsi emas dunia dan permintaan emas di pasar lokal

Situasi ini berlakunya hukum permintaan dan penawaran, penyebabnya adalah jumlah cadangan emas di perut bumi bertambah seiring pertambahan jumlah populasi manusia, yaitu sekitar 1,5% saja per tahun. Jadi emas selalu cukup, namun selalu langka. Emas tak pernah kelebihan supply yang membuat harganya turun. Yang terjadi sebaliknya : penambangan dan pengolahannya terbatas, sehingga emas tetap saja langka. Ketika permintaan naik dan supply tetap, maka otomatis harganya naik.

Dalam pasar elastis prediksi pergerakan pasar sangat terbatas, karena banyaknya transaksi dan aksi spekulan dalam mengambil untung sementara, namun dalam jangka panjang beberapa analisa fundamental dapat menghedging investor dari risiko dan keuntungan yang optimal.

4.    Kesimpulan

Pengalaman krisis ekonomi yang berpengaruh pada ketidakpastian arah perekonomian dan tingkat inflasi yang tinggi membuat para investor beralih ke investasi emas yang dirasa lebih aman.  Beberapa investor melakukan jual beli emas melalui pasar komoditi. Ada 2 macam perdagangan dalam pasar komoditi:

Perdagangan Fisik (Lelang) yang bersifat efektif

Transaksi perdagangan yang segera diikuti dengan penyerahan barang secara tunai dari penjual kepada pembelinya

Perdagangan future dan forward.

Perdagangan atau transaksi yang telah dilakukan namun tidak segera diikuti dengan penyerahan barangnya. Penyerahan barang biasa dilakukan beberapa bulan kemudian, sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak.

Dalam perdagangan future dan forward, pembeli sepakat dengan penjual untuk menjual atau membeli dengan harga yang telah disepakati untuk masa mendatang. Kontrak forward maupun future dapat dioptimalkan baik untuk menghedging ketidak pastian mendatang maupun untuk mengoptimalkan profit ketika investor dapat meramalkan harga masa mendatang dengan tepat dan akurat.

Daftar Pustaka.

Chen, Yu Chin, Rogoff Keneth and Rossi, Barbara (2008). Can exchange rates forecast

Commodity prices?. from http://ssrn.com/abstract=1183164

http://id.wikipedia.org/wiki/Komoditi

http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_berjangka

Lansa, Alessandro, Manera, Matteo and McAleer, Michael (2004), Modelling Dynamic Conditional Correlations in WTI Oil Forward and Futures Returns. From http://ssrn.com/abstract=546484

http://ralitadinar.com/2011/05/16/faktor-mempengaruhi-harga-emas/

Zakamouline, Valeri I. (2007). On the Pricing and Hedging of Options on Commodity Forward and Futures Contracts. A Note. from http://ssrn.com/abstract=946369

ENTERING FOREIGN MARKET

•28/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

MEMUTUSKAN APAKAH HARUS MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI

Sebagian besar perusahaan lebih suka tetap tinggal di dalam negeri andaikata pasar dalam negerinya cukup besar. Para manajer tidak perlu mempelajari bahasa dan undang – undang lain, bertransaksi dengan mata uang yang cepat berubah – ubah, menghadapi ketidakpastian politik dan hukum, atau merancang ulang produk – produk mereka supaya sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan yang berbeda – beda. Bisnis akan menjadi lebih mudah dan aman.

Beberapa faktor menarik makin banyak perusahaan ke arena internasional :

  • Perusahaan – perusahaan global yang menawarkan produk – produk yang lebih baik atau harga yang lebih murah dapat menyerang pasar dalam negeri perusahaan itu. Perusahaan tersebut mungkin ingin menyerang balik pesaing – pesaing ini di pasar dalam negerinya sendiri.
  • Perusahaan tersebut menemukan bahwa beberapa pasar asing menawarkan peluang laba yang lebih tinggi daripada pasar dalam negeri.
  • Perusahaan tersebut membutuhkan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai ekonomi skala.
  • Perusahaan tersebut ingin mengurangi ketergantungannya pada satu pasar saja.
  • Pelanggan perusahaan tersebut pergi ke luar negeri dan membutuhkan layanan internasional.

risiko yang dihadapi suatu negara masuk ke pasar asing:

1. Besarnya Hutang Luar Negeri

2. Pemerintahan Tidak Stabil

3. Masalah Nilai Tukar (KURS)

4. Persyaratan Masuk dan Birokrasi (Host Contry)

5. Tarif, Proteksi dan Hambatan Perdagangan lain

6. Korupsi

7. Pembajakan Teknologi

8. Tingginya Biaya dan Adaptasi Komunikasi

BERAPA BANYAK PASAR HARUS DIMASUKI

  • beroperasi di negara dengan jumlah yanglebih sedikit namun dengan komitmen dan penetrasi yang lebih mendalam dalam masing – masing negara.

Ayal dan Zif telah menegaskan bahwa perusahaan seharusnya memasuki lebih

sedikit negara jika :

  • Biaya untuk memasuki pasar dan mengendalikan pasar ternyata tinggi.
  • Biaya untuk menyesuaikan produk dan komunikasi ternyata tinggi.
  • Ukuran dan pertumbuhan populasi dan penghasilan ternyata tinggi di negara – negara yang pertama kali dipilih.
  • Perusahaan asing yang dominan dapat menciptakan hambatan masuk yang tinggi.

Kebutuhan – kebutuhan dunia yang sedang berkembang yang tidak terpenuhi merupakan pasar potensial yang sangat besar untuk makanan, pakaian, perumahan, barang elektornik konsumen, peralatan rumah tangga, dan barang –barang lain

Strategi masuk ke dalam pasar Internasional:

1. EXPORT

2. IMPORT

3. LICENCING

4. WARALABA

5. JOINT VENTURE

6. FOREIGN DIRECT INVESTMENT

EXPORT

EKSPOR TIDAK LANGSUNG

Melalui perantara independen:

Pedagang ekspor berbasis domestic

Pedagang membeli langsung dari industry dan menjualnya ke LN

Agen ekspor berbasis domestic

Agen yang mencari dan menegosiasikan dengan pedagan LN , lalu mendapatkan komisi dari usahanya tersebut

Organisasi kooperatif.

Melaksanakan kegiatan ekspor atas nama beberapa produsen dan sebagian dibawah kendali administrative mereka. Organisasi koperasi ini sering digunakan produsen produk – produk primer, seperti buah – buahan dan kacang – kacangan. Perusahan manajemen ekspor ( export – management company ) setuju untuk mengelola kegiatan ekspor suatu perusahaan dengan memperoleh bayaran.

Perusahaan manajemen domestik.

Mengelolah ekspor suatu perusahaan dengan tarif tertentu

EKSPOR LANGSUNG

Resiko lebih besar namun keuntungan juga lebih besar arena tidak membayar perantara, keputusan eksport langsung biasanya dilakukan oleh perusahan yang akan melakukan ekspor secara kontinyu

Menangani sendiri dengan cara

  1.   Departemen atau Divisi ekspor domestic ( domestic – basedexport department or division )
  2.  Anak perusahaan / cabang penjualan LN ( overseas sales branch or subsidiary ):Cabang penjualan ini menangani penjualan   dan distribusi, dan mungkin juga menangani pergudangan dan promosi. Cabang penjualan tersebut sering berperan pusat pajangan dan layanan pelanggan.
  3. Perwakilan Ekspor keliling ( traveling export salesrepresentatives ) : Perwakilan penjualan yang berbasis di dalam negeri dikirim ke luar negeri untuk mencari bisnis.
  4.   Distributor / agen berbasis LN  ( foreign – based distributors or agents ): Distributor dan agen ini mungkin akan diberikan hak eksklusif untuk mewakili perusahaan tersebut di negara tujuan, atau hanya mempunyai hak terbatas.

LISENSI

Pemberi lisensi adalah cara yang sederhana bagi produsen untuk terlibat dalam pemasaran internasional. Pemberi lisensi ( licensor ) memberikan lisensi kepada perusahaan asing menggunakan proses produksi, merek dagang, paten, rahasia dagang, atau sesuatu yang berharga lainnya dengan memperoleh bayaran ( fee ) atau royalty. Pemberi lisensi tersebut memperoleh sedikit risiko untuk masuk ; pemegang lisensi ( licensee ) memperoleh kealian produksi atau produk atau merek yang sudah terkenal.

JOINT VENTURE

Investor asing mungkin akan bergabung dengan investor lokal untuk membentuk usaha patungan ( joint venture ) di mana mereka sama – sama mempunyai kepemilikan dan kendali.

FOREIGN DIRECT INVESTMENT

Bentuk terakhir keterlibatan di luar negeri adalah kepemilikan langsung atas fasilitas perakitan atau produksi yang berbasis di luar negeri. Perusahaan asing tersebut dapat membeli sebagian atau seluruh kepemilikan suatu perusahaan lokal atau membangun fasilitasnya sendiri. Jika pasar tersebut tampaknya cukup besar, fasilitas produksi luar negeri akan menawarkan keuntungan uang jelas.

Pertama, perusahaan tersebut dapat memperoleh ekonomi biaya dalam bentuk tenaga kerja atau bahan mentah yang lebih murah, insentif investasi pemerintah asing, dan penghematan biaya pengangkutan.

Kedua, perusahaan tersebut memperkuat citranya di negara tujuan karena menciptakan lapangan kerja.

Ketiga, perusahaan tersebut mengembankan hubungan yang lebih mendalam dengan pemerintah, pelanggan, pemasok lokal, dan distributor, yang akan memungkinkannya lebih sanggup menyesuaikan produk – produknya dengan lingkungan lokal.

Keempat, perusahaan tersebut mempertahankan kendali penuh atas investasinya dan karena itu dapat mengembangkan kebijakan – kebijakan produksi dan pemasaran yang mendukung tujuan – tujuan internasional jangka panjangnya. Kelima, perusahaan tersebut menjamin aksesnya ke pasar seandainya negara tujuan tadi mulai menuntut agar barang – barang yang dibeli di negara itu

harus memiliki kandungan lokal.

STRATEGI PRODUK

  1. PERLUASAN LANGSUNG ( STRAIGHT EXTENSION )

Menjual produk tanpa melakukan perubahan bentuk maupun kemasan

  1. PENYESUAIAN PRODUK ( PRODUCT ADAPTATION )

Melakukan beberapa perubahan  produk menyesuaikan dengan preferensi lokal

  1. PENEMUAN PRODUK ( PRODUCT INVENTION )
  • Penemuan maju ( forward invention ) adalah menciptakan produk baru untuk memenuhi kebutuhan di negara lain.
  • Penemuan mundur ( backward invention ) adalah memperkenalkan kembali bentuk – bentuk produk sebelumnya yang disesuaikan dengan baik dengan kebtuhan – kebutuhan negara asing.

STRATEGI HARGA

Ada 3 macam strategi harga

  1. Harga seragam
  2. Harga berdasarkan pasar masing –masing negara
  3. Harga berdasarkan biaya dimasing –masing negara

SALURAN DISTRIBUSI

Ketiga mata rantai utama antara penjual dan pemakai akhir :

  1. Kantor pusat pemasaran internasional penjual, departemen ekspor atau divisi internasional mengambil keputusan mengenai saluran dan unsur – unsure bauran pemasaran lain.
  2. Saluran antar – begara, membawa produk tersebut ke perbatasan negara –negara asing. Keputusan – keputusan yang diambil dalam mata rantai inimencakup jenis – jenis perantara ( agen, perusahaan dagang ) yang akandigunakan, jenis transportasi ( udara, laut ), dan pengaturan keuangan dan risiko.
  3. Saluran di negara – negara asing, membawa produk tersebut dari titik masuknya ke pembeli dan pemakai akhir.

PARA PELAKU DALAM KEGIATAN EKSPOR-IMPOR

1 . KELOMPOK INDENTOR

2. KELOMPOK IMPORTIR

3. KELOMPOK PROMOSI

4. KELOMPOK EKSPORTIR

5. KELOMPOK PENDUKUNG

PARA INDENTOR

Indentor adalah Pengusaha yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menyuruh Importir mengimpor Barang Kena Pajak untuk dan atas kepentingannya;

1. pemakai langsung

2. para pedagang

3. para pengusaha (perkebunan,industriawan, instansi pemerintah)

KELOMPOK IMPORTIR

1. Pengusaha Importir

2. Approved Importer, yaitu Pengusaha Biasa yg secara khusus diistimewakan pemerintah (importir cengkeh, teh, kopi,dll)

3. Importir terbatas

4. Importir Umum

5. Sole Agent Importer, yaitu importir asing yg buka cabang di daerah eksportir

KELOMPOK PROMOSI

1. Kantor perwakilan dari produsen atau eksportirasing di negara importir

2. Ktr Perwakilan Kadin yg ada d LN atau di DN

3. Misi Perdagangan dan Pameran Internasional(Trade Fair) yg diadakan di pusat perdagangan

dunia, seperti Jakarta Fair, Tokyo Fair, dll

4. Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

5. Kantor Bank Devisa

6. Atase Perdagangan dan Trade Commisioner,kegiatan ekonomi di kedutaan

7. Majalah Dagang dan Industri (Lembar Kuning Buku Telp)

8. Brosur dan Leaflet

PENDUKUNG

1. Bank-Bank Devisa

2. Badan Usaha Transportasi

3. Maskapai Pelayaran

4. Maskapai Asuransi

5. Kantor Perwkilan (kedutaan)

6. Surveyor

7. Pabean

DOKUMEN

1. Dokumen Induk: Faktur Perdagangan, L/C,Bill of Lading, Polis Asuransi

2. Dokumen Penunjang: Paacking List, Weight Note, Measurment List, Inspection Certificate

(surveyor Report), Chemical Analysis, TestCertificate, Manufacture Certificate, Certificate of Origin

3. Dokumen Pembantu:Intruction Manual, Layout Sceme, Brochure or Leaftlet.

PROSEDUR TRANSAKSI IMPOR LETTER OF CREDIT

1. Jaminan (Coverage Letter of Credit Import). Guna penerbitan L/C nasabah atau Importir harus memberikan jaminan sebesar nilai L/C sesuai dengan valuta L/C tersbut. Importir dapat

mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas setor jaminan/fasilitas kredit untuk

pembukaan L/C yang biasanya disebut fasilitas Pembukaan L/C.

2. Pemeriksaan Aplikasi Permohonan Pembukaan L/C. Setelah importir memenuhi ketentuan-ketentuan umum seperti disebutkan sebelumnya, importer dapat mengajukan pembukaan L/C.

PERMOHONAN PEMBUKAAN L/C HARUS MENCANTUMKAN :

1. Jenis L/C

2. Cara pembukaan L/C

3. Tanggal berlakunya L/C dan tanggal pengapalan terakhir.

4. Nama jenis dan mutu barang.

5. Pelabuhan muat, pelabuhan tujuan dan cara pengapal dan barang.

6. Harga barang dan kondisi harga C&F. CIF atau FOB.

7. Nomor tarip pos dan lain-lain.

BANK MEMERIKSA APLIKASI

PENERBITAN L/C

1. Tanda tangan importir yang tertera didalam aplikasi harus sama dengan tanda tangan yang

ada di Angka Pengenal impor.

2. Jenis letter of credit harus irreocable.

3. Barang yang diimpor tidak termasuk kelompok barang yang dilarang

4. Negara asal barang bukan dari negara yang dilarang (Israel, Afrika Selatan, Angola, Portugis).

5. Golongan barang dan tarip pos CH3.

6. Syarat-syarat yang diminta tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Mengelolah Transaction Exposure

•28/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Perubahan atau fluktuasi mata uang yang tidak menentu menyebabkan ketidakpastian para pebisnis dalam melakukan transaksi luar negeri, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk dapat meminimalis exposure, bahkan jika mungkin menjadikannya sebuah keuntungan. Namun pada hakekatnya pergerakan mata uang akan membawa exposure bagi perusahaan yang melakukan perdagangan luar negeri. Dampak tersebut dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek yang akan dirasakan langsung oleh perusahaan yaitu apabila perubahan mata uang tersebut berdampak terhadap selisih nilai dari nilai yang diharapkan disaat periode pembayaran, sebagai contoh, perusahaan A melakukan transaksi dengan perusahaan B, perusahaan  A memiliki home company di Amerika, sedangkan perusahaan B memiliki home company di Eropa, kedua pihak sepakat menggunakan euro sebagai mata uang untuk transaksi mereka, mereka melakukan transaksi pada tanggal 5 April 2011 disaat harga eur/ usd 1.3361,  perusahaan A menyetujui membeli produk dari perusahaan B seharga € 1000, dan akan dilunasi pada tanggal 15 April 2011. Pada tanggal 15 April harga euro/usd 1.4489, atau euro terapresiasi terhadap dolar US sebesar 0.1128 eur/usd. Jika perusahaan A berdomisili di Eropa tentu hal tersebut tidak memiliki dampak apapun, namun apabila perusahaan A harus mentranslasi dollar US nya ke Euro pada tanggal  15 April untuk melakukan pembayaran maka perusahaan A akan mengalami selisih pembelian atau kerugian sebesar € 112,8. Apabila transaksi menggunakan US dollar,  dan harga yang ditetapkan  $ 800, maka perusahaan B akan mengalami kerugian sebesar $45,614, nilai kerugian/keuntungan yang dialami oleh perusahaan A dan perusahaan B diatas adalah eksposure jangka pendek, namun kedua belah pihak akan merasakan dampak secara langsung.

Transaction exposure jangka panjang yaitu exposure yang dirasakan oleh perusahaan ketika adanya pesaing dari negara yang berbeda, dengan keunggulan kompetitif sama masuk ke dalam pasar. Kehadiran pesaing akan menjadi ancaman apabila pesaing mampu menawarkan produk dengan harga dengan kualitas sama dengan harga murah, karena nilai tukar mata uang mereka tidak terjadi pergerakan yang signifikan sehingga menawarkan alternatif produk kepada pelanggan.

Untuk meminimalis transaction exposure ini, perusahaan –perusahaan menerapkan berbagai alternative hedging untuk melindungi nilai mereka, salah satunya dengan menggunakan produk – produk derivative, berikut akan diulas secara singkat produk –produk derivatif.

1.      Forward contract

Sebuah kontrak forward adalah perjanjian untuk memberikan jumlah tertentu dari satu mata uang dengan jumlah tertentu dari mata uang lain di masa depan (Ho Kim Wai, 1993 dalam  Vij, 2008)

Oleh karena itu, jika resiko adalah dari apresiasi mata uang, maka dapat menghedging dengan membeli mata uang ke dengan menetapkan nilai mata uang di depan. Keuntungan dari kontrak forward adalah bahwa hal itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan untuk memperoleh hedging yang tepat. Kerugian utama dari kontrak ini adalah bahwa mereka mengikat para pihak yang terlibat dan tidak marketable (Vij, 2008). Periode Forward yang paling umum adalah 30, 60, 90 hari dan umumnya perusahaan melakukan kontrak dengan Bank. Dalam penelitian Jeswein, Chuck dan Folks Jr. (1995), mayoritas perusahaan besar di AS masih menggunakan forward dalam melindungi nilai perusahaan mereka (hedging), dengan alasan lebih mudah pdigunakan.

2.      Future Currency

Future Currency adalah serupa dengan forward contract, forward contract memungkinkan perusahaan untuk menetapkan harga yang harus dibayar terhadap  suatu mata uang pada titik waktu di masa yang akan datang harga, namun berbeda dengan forward contract, future currency lebih fleksibel dan memungkinkan untuk di jual sebelum jatuh tempo (Papaioannou, 2006) , Namun jumlah volume futures currency lebih kecil, sehingga perusahaan lebih memilih forward contract dalam transaksi mereka (Madura, 2003). Harga kontrak future berubah dari waktu ke waktu untuk merefleksikan antisipasi pasar dari kurs spot masa depan.Jika perusahaan memegang kontrak future mata uang memutuskan sebelum tanggal penyelesaian yang tidak lagi ingin mempertahankan posisi tersebut, dapat menutup posisinya dengan menjual kontrak berjangka yang identik. Namun, hal ini, tidak bisa dilakukan dengan forward kontrak.

3.      Swap

Swap adalah perjanjian antara dua pihak setuju untuk saling bertukar satu aliran arus kas terhadap aliran lain. Swap digunakan untuk melindungi risiko tertentu seperti suku bunga, atau risiko mata uang. Jenis yang paling umum dalam swap adalah “plain vanilla” swap suku bunga. Swap Ini adalah pertukaran pinjaman suku bunga tetap dengan pinjaman tingkat bunga mengambang. Alasan untuk pertukaran ini adalah untuk mengambil manfaat dari perbedaan suku bunga di dua pasar (Vij, 2008).

4.      Option currency.

Option currency memberikan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (Madura 1993). Harga yang merupakan hak seseorang untuk membeli untuk valuta disebut exercise. Kelebihan option currency yaitu lebih fleksibel dalam menjual atau membeli option (tidak terbatas waktu jatuh tempo) , pemilik hanya memiliki kewajiban membayar premium. Option yang paling terstruktur adalah call vanili plain, yang didefinisikan sebagai serangan terbalik membeli dalam nilai tukar tanpa memiliki kewajiban untuk exercise (Allen, 2003 in Papaioannou, 2006).Keuntungannya termasuk kesederhanaan dalam penggunaan, biaya lebih rendah daripada future, dan diperkirakan rugi maksimum adalah premium

Dari penjabaran produk –produk derivatif diatas, perusahaan yang melakukan transaksi di luar negeri dapat meminimalis resiko dengan menggunakan produk –produk derivative, sehingga tidak mengurangi nilai perusahaan. Namun  hedging  dirasakan relativ  mahal, perusahaan pertama dapat mempertimbangkan “hedging “natural:” (Madura, 1989 dalam Papaioannou, 2006), seperti (1)matching, yang melibatkan pasangan yang sesuai arus kas masuk mata uang asing perusahaan multinasional dan arus kas keluar sehubungan dengan jumlah dan waktu; (2) netting, yang melibatkan penyelesaian konsolidasi piutang, hutang dan hutang antara anak perusahaan dari suatu perusahaan, dan (3) faktur dalam mata uang asing, yang mengurangi risiko transaksi terkait terutama untuk ekspor dan impor (Papaioannou,2006).

Vote Jokowi untuk walikota terbaik dunia!

•28/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar
Bangga Sebagai Bangsa Indonesia !Mohon bantuan untuk menyebarluaskan dan Vote Joko Widodo sebagai Wali Kota terbaik di Dunia melalui: www.worldmayor.com
Dukungan Anda sangat menentukan masa depan negeri ini !

Caranya:
1. Klik link ini: www.worldmayor.com
2. Klik: “World Mayor 2012 Vote Now!” yg ada dikolom sebelah kanan
3. Scroll kebawah, sampai terlihat gambar dibawah
4. Pilih Asia dan klik pada “Joko Widodo”
5. Selanjutnya isi komentar seperlunya
6. Isi Nama Anda
7. Pilih lokasi tempat tinggal
8. Isi Email Anda
9. Kirim/Klik Submit.

(H Budi Santosa)

Photo: Bangga Sebagai Bangsa Indonesia !</p>
<p>Mohon bantuan untuk menyebarluaskan dan Vote Joko Widodo sebagai Wali Kota terbaik di Dunia melalui: www.worldmayor.com<br />
Dukungan Anda sangat menentukan masa depan negeri ini !</p>
<p>Caranya:<br />
1. Klik link ini: www.worldmayor.com<br />
2. Klik: "World Mayor 2012 Vote Now!" yg ada dikolom sebelah kanan<br />
3. Scroll kebawah, sampai terlihat gambar dibawah<br />
4. Pilih Asia dan klik pada "Joko Widodo"<br />
5. Selanjutnya isi komentar seperlunya<br />
6. Isi Nama Anda<br />
7. Pilih lokasi tempat tinggal<br />
8. Isi Email Anda<br />
9. Kirim/Klik Submit.</p>
<p>(H Budi Santosa)

Decision Making

•24/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Latar Belakang

Membuat keputusan (desicion making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses dan berlangsung dalam suatu sistem. Sistem dimana proses pengambilan keputusan itu berlangsung terdiri atas berbagai unsur atau elemen dan masing-masing merupakan suatu faktor yang ikut menentukan segala apa yang terjadi atau akan terjadi. Unsur utama dan mungkin yang terpenting di dalam proses pengambilan keputusan adalah masalah/problem. Sesuatu barulah merupakan masalah atau problem, dilihat dari segi pengambilan keputusan bilamana kita mempunyai tujuan yang jelas dan tegas yang sedang kita kejar. Pengambilan keputusan merupakan proses mental (kognitif proses) pemilihan suatu tindakan di antara beberapa alternatif skenario. Setiap pengambilan keputusan menghasilkan akhir pilihan . Outputnya bisa menjadi tindakan atau pendapat pilihan.

Menurut Nigro & Nigro (1984) faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
  1. Adanya pengaruh tekanan dari luar
  2. Adanya pengaruh kebiasaan lama (konservatisme)
  3. Adanya pengaruh sifat –sifat pribadi
  4. Adanya pengaruh dari luar dan lingkungan sosial
  5. Adanya pengaruh keadaan masa lalu (pengalaman)

Keputusan Perencanaan

Membuat keputusan tanpa perencanaan cukup umum, tapi tidak sering berakhir dengan baik. Perencanaan memungkinkan untuk keputusan yang harus dibuat nyaman dan dengan cara cerdas. Perencanaan membuat pengambilan keputusan lebih banyak lebih sederhana dari itu. Keputusan akan mendapatkan empat manfaat dari perencanaan:

  1. Perencanaan memberikan kesempatan untuk penetapan tujuan independen.
  2. Perencanaan memberikan standar pengukuran.
  3. Perencanaan mengkonversi nilai untuk bertindak. Anda berpikir dua kali tentang rencana dan memutuskan apa yang akan membantu memajukan rencana terbaik Anda.
  4. Perencanaan digunakan untuk menentukan keputusan yang sesuai dengan sumber daya yang ada.

Tipe –tipe pengambilan keputusan menurut Erich Fromm

  1. Tipe ketergantungan: tidak tegas hanya bergantung dengan orang lain
  2. Tipe eksploitatif: mengeksploitasi orang lain
  3. Hoarding Type: idenya hanya untuk memperkuat posisi tidak ingin membagikan pengetahuannya untuk orang lain.
  4. The marketing type : suka memamerkan idenya
  5. The productive type: adanya kemampuan, pengetahuan dan keterampilan serta pandangan jauh ke depan (revolutioner), penuh inisiatif dan kreatif.

Unsur penting dalam membuat keputusan yang berhasil:

  • Identifikasi alternative yang ada
  • Faktor yang tidak diketahui sebelumnya yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan sehingga dibutuhkan kemampuan prediksi.
  • Kebutuhan sarana untuk mengukur hasil yang dicapai.

Nilai – nilai yang mendasari Perilaku Decision Maker menurut James E Anderson (1974) yaitu;

  1. Political Values
  2. Organizational values
  3. Personal Values
  4. Policy Values
  5. Ideological Values

Dasar – dasar pengambilan keputusan menutut George R Terry (1962):

  • Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi
  • Pengambilan keputusan rasional
  • Pengambilan keputusan berdasarkan fakta
  • Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman
  • Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang

Tingkat –tingkat keputusan menurut Brinckloe:

  1. Automatic Decision
  2. Keputusan berdasarkan informasi yang diharapkan
  3. Keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan
  4. Keputusan berdasarkan ketidak pastian ganda.

Tehnik penentuan prioritas dalam pengambilan keputusan

  1. Pendekatan Kualitatif
  • Tehnik Brain Storming
  • Teknik Brain Writing
  • Tehnik diskusi / curah pendapat.
  • Tenik Delphi
  • Tehnik kelompok nominal, dll
  1. Pendekatan Kuantitatif
  • Metode Delbecq
  • Metode Hanlon
  • Metode Carl
  • Metode Bryant

Case: SBY masih ragu untuk memecat PKS

            Rencana kenaikan harga BBM April 2012 lalu yang diwarnai gesekan –gesekan dan perobahan peta koalisi, menimbulkan berbagai polemik rencana perombakan koalisi bahkan rencana pemecatan PKS dari koalisi yang sudah dibangun selama ini. Rencana pemecatan ini berhubungan dengan keputusan PKS yang menolak kenaikan harga BBM yang jelas bertolak belakang dari rencana pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM hingga Rp. 1.500,- April lalu, namun rencana itu gagal dikarenakan keputusan tersebut terganjal di tingkatan DPR. Partai Demokrat bependapat bahwa salah satu penyebab terganjalnya keputusan ini adalah sikap PKS yang “menghianati” koalisinya. Beberapa anggota koalisi berharap Presiden SBY bertindak tegas untuk mengambil keputusan pecat terhadap PKS. Namun berbeda dengan harapan partai –partai tersebut, sampai saat ini posisi Partai Keadilan Sejahera (PKS) belum jelas dan terkesan menggantung dalam koalisi. Pasalnya, walaupun beberapa anggota koalisi terang-terangan menghendaki PKS keluar dari Setgab, tapi PKS ngotot untuk tetap berada dalam barisan koalisi, bahkan Sekjen PKS, Anis Matta menyatakan PKS tidak akan keluar sendiri, tetapi akan menunggu keputusan Presiden SBY. Dalam Kasus ini Presiden SBY sulit untuk mengambil keputusan tegas, karena setiap keputusan beliau akan memiliki dampak terhadap kelangsungan kekuatan posisi pemerintahannya ke depan. Menurut Nigro & Nigro (1984) adanya pengaruh dari luar dan pengaruh sifat –sifat pribadi yang mempengaruhi keputusan, dalam kasus ini keputusan Presiden SBY yang akan berdampak terhadap langgengnya kekuatan posisi politiknya. Namun apabila Presiden SBY mengulur –ulur dan ragu –ragu dalam jangka waktu yang lebih lama, maka akan berdampak buruk juga terhadap kekuatan koalisinya dan akan membangkitkan krisis kepercayaan dari partai –partai lain yang loyal terhadapnya dan lebih buruk lagi menjadikan sikap PKS tersebut efek bola salju terhadap partai –partai lain dalam koalisi. Namun jumlah kursi PKS di DPR yang cukup besar membuat keputusan sulit diambil akibat keputusannya sangat dipengaruhi faktor politic value(Anderson,1974). Dalam kasus diatas dapat disimpulkan deretan keputusan yang ragu –ragu akan memiliki dampak penyelewengan –penyelewengan terhadap hasil di masa mendatang.

 

Daftar Pustaka

Anderson, James, E, Public Policy Making, New York, Holt, Rinehart and Wiston, 1974

Fromm, Erich. 2000. Akar Kekerasan. Penyunting: Kamdani. Yogyakarta:Pustaka

Pelajar.

George R. Terry, Ph.D (1962). Office Management and Control, Fourth Edition.

Homewood, Ilinois: Richard D. Irwin Inc.

Nigro, A. Felix and G. Liyd Nigro, 1984. Modern Public Administration, New York: Harper International Edition.

“MENEMUKAN PELUANG STIE MALANGKUҪEҪWARA (ABM) DENGAN ANALISA SWOT”

•22/07/2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pendahuluan

STIE Malangkucecwara Malang atau yang juga dikenal dengan sebutan ABM merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di malang yang cukup berpengalaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar khususnya di bidang ilmu ekonomi dan manajemen di kota Malang. Kampus yang dulu dikenal memiliki taman  indah dan cukup luas ini memiliki berbagai fasilitas yang cukup mampu membantu mahasiswa –mahasiswanya mengembangkan kemampuan dan bakatnya. STIE Malangkucecwara Malang pada mulanya bernama Akademi Bank Malang (ABM). ABM didirikan oleh Yayasan Pendidikan Nasional Penunjang Pelita (Y.3P) Malang di bawah pimpinan H.M. Ali Satambe. Kemudian pada tanggal 28 September 1977 diadakan reorganisasi kepengurusan yayasan dengan ketua H. Moch. Ichsan. Pada tahun 1979 dibuka jurusan baru yaitu jurusan Akuntansi dan Keuangan. Kemudian nama Akademi Bank Malang diubah menjadi Akademi Keuangan dan Perbankan (AKP) Malang. Pada tanggal 28 Februari untuk menyelaraskan dengan program pemerintah tentang kebijaksanaan pendidikan tinggi khususnya, dan pendidikan nasional pada umumnya serta untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan perkembangan masyarakat, maka dipandang perlu oleh yayasan untuk mengubah bentuk dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi Keuangan dengan nama “Malangkuçeçwara”. Program pendidikan yang digunakan adalah strata satu (S-1). Alasan dipakainya nama “Malangkuçeçwara” adalah dengan suatu pertimbangan bahwa, pertama : sesuai dengan cita dan citra kota Malang yang hendak dijadikan sebagai kota pendidikan, industri, dan pariwisata yang dikenal dengan sebutan Tri Bina Cita; kedua : sesuai dengan sesanti lambang kota Malang, “Malangkuçeçwara” artinya kebaikan akan menghancurkan kebatilan. Dengan adanya perubahan bentuk dari Akademi Keuangan menjadi Sekolah Tinggi Keuangan, maka jurusan yang ada meliputi :

  • Keuangan sampai tingkat Sarjana
  • Akuntansi sampai tingkat Sarjana

Kedua jurusan tersebut sesuai dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, nomor : 0256/0/1984, sesuai dengan SK itu pula jurusan perbankan diintegrasikan ke jurusan keuangan yang system pendidikannya menggunakan program Strata 1. Pada tanggal 18 Februari 1985 sesuai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 070/0/1985 dan nomor : 071/0/1985 tentang penyesuaian jalur, jenjang, dan program pendidikan serta penataan kembali nama, unit, jurusan, dan program studi, maka Sekolah Tinggi ini berubah nama menjadi STIE Malangkuçeçwara Malang dengan jurusan Manajemen, program studi Manajemen Keuangan dan Akuntansi, program studi Akuntansi.

Kini STIE Malangkucecwara telah menyelenggrakn pendidikan S1 dan S2 (Pasca Sarjana). Untuk jenjang S1 terdiri dari 2 bagian :

  • Program Studi Akuntansi
  • Program Studi Manajemen (Keuangan), dengan minat Manajemen Perbankan, Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran dan Sistem Informasi Manajemen.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan S2 berfokus pada Magister Manajemen, dengan konsentrasi : Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan dan Manajemen Operasional.

Saat ini STIE Malangkucecwara telah meluluskan kurang lebih 25.000 mahasiswa dan telah bekerja di berbagai perusahaan – perusahaan di dalam dan luar negeri. STIE Malangkucecwara yang telah 39 tahun memimpin pendidikan di bidang ekonomi di kota Malang telah mengantongi akreditasi A untuk pendidikan Strata satu dan ISO 9001 yang pada hakekatnya tetap mampu tetap eksis dalam persaingan di dunia pendidikan khususnya ilmu ekonomi dan manajemen. Namun pada kenyataannya STIE Malangkucecwara mengalami penurunan yang drastis dalam menjaring calon mahasiswa –mahasiswa di kota Malang, sehingga hal ini menjadi pokok penelitian yang menarik. Fenomena kemudahan –kemudahan yang diberikan oleh Perguruan Tinggi untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa –mahasiswa mampu untuk mengenyam pendidikan berlabel sekolah negeri diduga menjadi penyebab sepinya perguruan tinggi –perguruan tinggi swasta di Malang, namun beberapa perguruan tinggi swasta masih tetap survive bahkan mampu menawarkan keunggulan –keunggulannya yang memiliki nilai kompetitif. Sehingga juga muncul dugaan dan wacana masalah internal dalam STIE MCE (ABM). Perubahan kepemimpinan dari pengelolah lama dan pengelolah baru, yang notabene adalah pemilik yayasan. Kelompok didalam perguruan tinggi  yang terdiri dari dosen, mahasiswa, karyawan dan peran pemimpin kampus harus dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan organisasi. Organisasi akan cepat mencapai tujuanya apabalia ada keterpaduan antara tujuan kelompok tersebut dengan tujuan organisasi.

Keterpaduan dalam kerjasama antra kelompok dalam organisasi tidak mungkin didapatkan apabila tidak ada keterpaduan individu-individu dalam sebuah kelompok. Tidak hanya ketepaduan antara individu dalam kelompok tersebut, tetapi harus ada komitmen yang sama antar anggota kelompok.

Dari berbagai keterangan diatas, peneliti akan mencoba menganalisa setiap ancaman, kelemahan, kekuatan dan peluang yang ada guna memaksimalkannya menjadi strategi yang mampu menjawab masalah yang dialami STIE MCE (ABM) agar mampu unggul dalam persaingan, dan memulihkan posisi STIE MCE di mata masyarakat dan di dunia pendidikan.

Pembahasan

Dalam mengambil keputusan  sering digunakan analisis SWOT untuk mempertimbangkan segala potensi yang timbul dan melihat segala kemungkinan yang ada. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan menjadi efektif dan terukur. analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (2006:18) dijelaskan bahwa: “Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan”. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kakuatan (Strenght) dan peluang (Oportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Pengertian tentang analisis diatas senada dengan penjelasan Philip Kotler  yang di alih bahasakan oleh Benyamin Molan (2005;114)  bahwa yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang,dan ancaman organisasi.

Image

Dari hasil analisa secara logis dapat disimpulkan elemen –elemen SWOT  dari STIE-MCE (ABM) sebagai berikut:

Strengths

  • Pengalaman 39 tahun di dunia pendidikan khususnya di bidang ekonomi
  • Mengantongi akreditasi A dan ISO 9001 untuk standard kualitas pendidikan
  • Lulusan –lulusan yang berkualitas dan bekerja di Perusahaan –perusahaan besar
  • Lokasi strategis dan mudah terjangkau di kota Malang yang menjadi barometer pendidikan di Indonesia
  • Memiliki kampus milik sendiri yang cukup luas dengan berbagai fasilitas kegiatan mahasiswa yang memadai
  • Sistem belajar mengajar yang berkualitas yang berbeda dengan kampus –kampus lainnya
  • Pengalaman dalam mengelolah keuangan dari manajemen ABM

Weakness

  • Jumlah Doktor dan Profesor yang relative lebih sedikit dari kampus swasta yang menyelenggarakan pendidikan Pascasarjana
  • Kepengurusan Perguruan Tinggi yang mayoritas dikelolah oleh keluarga pemilik Perguruan Tinggi
  • Kurang harmonisnya hubungan antara dosen –dosen dengan pengelolah kampus yang merasakan perbedaan tingkat kepuasan kerja
  • Nama STIE MCE (ABM) yang tidak dikenal lagi oleh masyarakat.

Opportunities

  • Banyaknya lulusan SMU dan SMK setiap tahun di kota Malang dan sekitarnya
  • Karyawan swasta dan pemerintah di kota Malang dan sekitarnya yang membutuhkan upgrade pendidikan untuk mengembangkan karir mereka
  • Memiliki sejumlah mahasiswa yang masih mengenyam pendidikan di ABM
  • Sistem belajar mengajar Perguruan Tinggi Negeri yang kurang memperhatikan kualitas dan mutu
  • Beberapa mahasiswa pindahan dari PT Negeri

Threats

  • Perguruan Tinggi Negeri yang membuka kelas buat mahasiswa dengan perekonomian menengah ke atas yang bisa dengan mudah mengenyam pendidikan di PT Negeri dengan label PT Negeri
  • PT swasta lain yang konsisten dengan kualitas dan memiliki nama besar
  • Isu ABM akan dijual.
  • Turn over dosen dan karyawan yang cukup tinggi.
  • Krisis kepercayaan kepada pengelolah kampus.

Analisa Matriks TOWS

Matriks TOWS adalah alat lanjutan yg digunakan utk mengembangkan 4 tipe pilihan strategi: SO, WO, ST dan WT. Kunci keberhasilan penggunaan matriks TOWS adalah mempertemukan faktor kunci internal dan external utk membentuk 1 strategi.

  1. Strategi SO adalah strategi yg dibuat dgn menggunakan kekuatan internal perusahaan utk mengambil keuntungan dari kesempatan external.
  2. Strategi WO adalah strategi yg dibuat utk memperbaiki kelemahan internal dan menggunakan kesempatan external. WO juga menunjukkan kesempatan yg ada dalam jangkauan yg bisa diraih oleh perusahaan jika berhasil memperbaiki kelemahan internal.
  3. Strategi ST dibuat utk mengantisipasi ancaman eksternal dgn menggunakan kekuatan internal yg dimiliki.
  4. Strategi WT mungkin saja terjadi terutama jika perusahaan menghadapi faktor-faktor kelemahan dan ancaman yg tidak dapat ditangani dgn menggunakan kekuatan dan peluang yg ada. Secara nyata, bentuk pelaksanaan strategi WT adalah merger, pernyataan bangkrut, restrukturisasi, atau likuidasi.

Analisa TOWS untuk STIE MCE (ABM) case

S-O

  • Mengeksploitasi pengalaman 39 tahun dan Akreditasi maupun ISO 9001 dalam pencitraan promosi STIE MCE (ABM) ke masyarakat, sekolah –sekolah, kantor –kantor dan kegiatasn organisasi dalam masyarakat, seperti karang taruna, PKK melalui brosur –brosur, baliho –baliho di titik –titik strategis, dan membentuk agen –agen marketing di mall dan pusat –pusat keramaian lainnya.

(S1,S2,O1,O2, O7)

  • Mengundang alumni –alumni yang telah berhasil dan sukses untuk turut menjadi pembicara dalam promo tour kampus baik di mall atau pusat keramaian, ke sekolah –sekolah dan kegiatan organisasi di masyrakat seperti arisan dan kegiatan karang taruna.

(S3,O1)

  • Mengeksploitasi pindahan –pindahan mahasiswa dari negeri baik dalam forum maupun promo media, dan menampilkan potongan rekaman video maupun tutorial mahasiswa yang sedang belajar di ABM maupun alumni di website mengenai system perkuliahan ABM di forum –forum dan media social network lainnya. ( S6, O4, O5)

W-O

  • Melakukan promosi secara efektif dan kontinyu dengan menggunakan media eklektronik, media cetak, dan media ruang public melalui pamflet, brosur –brosur dan baliho juga melakukan promosi ke daerah (W4,O1, O2, O3)
  • Melakukan sharing dengan dosen –dosen perihal ketidakpuasan maupun keadaan organisasi, sehingga kinerja pengelolah dapat diperbaiki guna menjaga kualitas belajar –mengajar. (W2, W3, O4)
  • Memberikan discount biaya kuliah bagi mahasiswa yang mampu mengajak dan mengantar tetangga maupun sanak saudaranya kuliah di ABM (W4, O3)

S-T

  • Mengembangkan system sharing saham bagi dosen –dosen yang memiliki loyalitas dan bekerja dalam jangka waktu nperiode tertentu. (S7, T4, T5)
  • Mengundang alumni –alumni yang telah sukses untuk mempromosikan keunggulan kompetitif ABM yang membantu mereka di dunia kerja  (S6, T2)

W-T

  • Mengurangi dominasi keluarga pengelolah dalam kepengurusan dan melibatkan dosen –dosen dan elemen –elemwn ABM lainnya untuk memilih  individu –individu yang berkualitas untuk menduduki jbatan –jabatan di ABM (W2, W3, T4, T5)
  • Melakukan komunikasi dan pertemuan secara kontinyu baik formal maupun informal untuk meningkatkan hubungan yang harmonis guna meningkatkan kepuasan kerja dan kepercayaan terhadap Pengelolah ABM (W2, W3, T4, T5)
  • Memfasilitasi dosen –dosen yang ingin meningkatkan level akademiknya dan membantu baik finansial maupun non finansial dosen –dosen yang melakukan penelitian. Dan memberikan penghargaan untuk dosen –dosen yang telah melakukan banyak penelitian dengan menetapkan target tertentu. (W1,T4, T5)

Penutup

Paradigma perkembangan pendidikan banyak membawa dampak terhadap STIE Malangkucecwara (ABM).  STIE MCE yang pernah berjaya di masa lalu harus terpaksa untuk merangkul gelombang mahasiswa baru pada beberapa tahun terakhir. Berbagai isu dan berbagai kondisi internal dan eksternal yang ada di dalam ABM memiliki dampak positif dan negatif yang apabila dianalisa dapat menjadi strategi yang efektif bagi perkembangan STIE MCE. Melalui analisa SWOT penulis mampu menetapkan pilihan –pilihan strategi dalam memahami potensi –potensi yang dimiliki STIE MCE untuk tetap survive dan memulihkan kondisinya kepada masa kejayaan di masa lalu.