Eksposur dalam Transaksi Giro

GIRO

Definisi Giro

Merupakan rekening simpanan di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan Cek atau Bilyet Giro (BG)

CEK

Definisi Cek

Adalah surat berharga/ warkat bank yang merupakan surat perintah  tanpa syarat dari nasabah (penarik) kepada pihak bank (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada pihak bank (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada pambawa baik secara tunai maupun pemindahan bukuan.

Masa Aktif Cek

Masa berlaku cek atau tenggang waktu penawaran cek adalah 70 hari dan kadaluwarsa cek adalah 6 bulan 70 hari (250 hari).

Setelah 70 hari, Cek masih dapat dibayar oleh bank dengan membayar meterai (pemutihan cek). Pemutihan cek tidak boleh melebihi kadaluwarsa cek.

Jenis Cek:

1.       Cek Atas Nama

Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hokum tertentu yang tertulis jelas pada cek tersebut, dengan catatan pada kata”atau pembawa” dicoret

2.       Cek Atas Unjuk

Adalah kebalikan dari cek atas nama, artinya pemegang / pembawa cek tersebut dapat menguangkan/ memindahkan dana yang tertera pada cek tersebut.

3.       Cek Silang/ Cross Cheque

Merupakan cek yang berubah fungsi, dari tunai menjadi non tunai, bila di  ujung sebelah kiri atau kanan atas terdapat garis menyilang

4.       Cek Mundur

Merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal diterbitkannya cek tersebut

5.        Cek Kosong

Merupakan cek yang dibuka oleh nasabah namun tidak ada dana pada rekening nasabah pada saat dicairkan.

BILYET GIRO

Adalah surat berharga / warkat bank yang merupakan surat perintah dari nasabah (penarik) kepada pihak bank (tertarik) untuk memindah bukukan sejumlah dana dari rekening nasabah yang bersangkutan ke rekening lain seperti tercantum dalam BG tersebut

Tanggal Buka

Adalah tanggal diterbitkannya BG yang ditulis pada ujunga sebelah kanan

Tanggal Efektif

Adalah tanggal perintah yang ditulis oleh nasabah pada Bilyet Giro kepada bank untuk memindahkan dana pada tanggal tersebut atau stelahnya

Tenggang Waktu Penawaran

Adalah jarak waktu antar tanggal buka BG sampai dengan tanggal efektif BG (tidak melebihi 70  hari)

Kadaluarsa Bilyet Giro

Masa Aktif Bilyet Giro adalah 6 bulan 70 hari (250 hari)

KLIRING/ INKASO

Kliring

Tukar menukar warkat (Cek/BG) yang dikoordinir oleh BI setempat sebagai sarana perhitungan pemindahan dana antar bank dengan tujuan untuk memperlancar pembayaran giral.

Intercity Clearing

Adalah kliring nasional dimana Bank penerbit warkat merupakan peserta intercity celaring, dan diwilayah kliring dimana warkat tersebut dikliringkan terdapat kantor cabang dari bank penerbit.

Setoran Kliring

Setoran yang dilampiri dengan Cek/ BG bank lain yang bisa sikliringkan dalam satu wilayah BI/ wilayah kliring atau termasuk dalam program Inter-city Clearing. Setoran kliring dianggao sah/ efektif bila tidak ada tolakan dari BI. Jadwal Kliring di BI, siklus I  ditutup pukul 11.00 dan siklus II ditutup 14.00.

Inkaso

Penagih warkat yang berasal dari luar wilayah kliring yang bukan peserta intercity kliring atau peserta intercity kliring tidak mempunyai cabang.

Setoran Inkaso:

Adalah setoran yang dilampiri warkat Cek/ BG bank luar wilayah kliring dan tidak ikut dalam program inter-city Clearing, atau bank peserta inter-city clearing tidak  mempunyai cabang di wilayah warkat Cek/ BG tersebut dikliringkan.

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara lain :

  1. memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
  2. perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien
  3. salah satu pelayanan bank kepada nasabah

Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :

  • Tolakan kliring, tolakan atas warkat
  • Postdated Cheque, tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan)
  • Cross Clearing, Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran cek bank lain
  •  Call Money, pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maks 7 hr).

Jenis –jenis tolakan kliring:

Kode Tolakan

Alasan Tolakan

Beban Biaya

01 Saldo rekening Giro atau rekening giro khusus tidak cukup nasabah
02 Rekening Giro telah tutup bebas
03 Syarat formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat penyebutan tempat dan tanggal penarikan nasabah
04 Syarat formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat tanda tangan penarik (termasuk jika cek tidak dilengkapi  dengan nama jelas&/cap/stempel sebagaimana persyaratan dalam perjanjian pembukaan rekening giro Nasabah
05 Syarat  formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat nama dan nomor rekening giro pemegang Nasabah
06 Syarat  formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat nama bank penerima Nasabah
07 Syarat  formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat jumlah dana yang dipindahbukukan  baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap -lengkapnya Nasabah
08 Syarat  formal Cek/BG tidak dipenuhi: tidak terdapat tanda tangan, nama jelas dan/ dilengkapi dengan cap/ stempel stempel sebagaimana persyaratan dalam perjanjian pembukaan rekening giro Nasabah
09 BG ditawarkan sebelum tanggal penarikan atau sebelum tanggal efektif atau tanggal efektif BG dicantumkan tidak dalam tenggang waktu penawaran Bank
10 Cek/ BG ditarik kembali/ dibatalkan oleh penarik setelah berakhirnya tenggang  waktu pengunjukan/ penawarn berdasarkan surat penarikan kembali atau pembatalan dari penarik Bebas
11 Cek/ BG Kadaluarsa Bank
12 Perubahan teks/ perintah yang telah ditulis pada cek/BG tidak ditanda tangani oleh penarik Bebas
13 Tanda Tangan penarik tidak sesuai dengan speciment nasabah
14 Bank penagih bukan merupakan bank yang disebut dalam cek silang khusus atau BG sebagai bank penerima dana Bank
15 Cek/ BG diblokir pembayrannya oleh penarik karena hilang (harus dilampiri dengan surat keterangan hilang dari kepolisian) Bebas
16 Cek/ BG diblokir pembayarannya karena terkait dengan tindak pidana (harus dilampiri dengan surat pemblokiran dari instansi yang berwenang Bebas
17 Rekening Giro diblokir oleh instansi yang berwenang (harus dilampiri dengan surat pemblokiran dari instansi yang berwenang Bebas
18 Perintah dalam DKE Debet, Tidak sesuai dengan teks/ perintah dalam warkat debet yang bersangkutan
19 Penerimaan DKE Debet tidak disertai dgn penerimaan fisik warkat debet / warkat debet hilang Bebas
20 Cek/ BG Palsu/ dimanipulasi Bebas
21 Warkat debet bukan untuk kami Bank
22 Warkat debet tidak sesuai dengan ketentuan dan/ perjanjian yang mendasari Bank

Resiko Operasional dalam Giro bisa muncul dari manusia, sistem maupun nasabah. Resiko yang sering terjadi dalam transaksi giro yaitu kesalahan menginput jumlah nominal atau salah memberikan tolakan atau juga salah memberikan informasi yang berakibat pada tolakan diluar kliring, penyesuaian neraca dengan bank koresponden, dan apabila kesalahan tidak terdeteksi, maka akan mengakibatkan kerugian financial bagi bank maupun nasabah.

About these ads

~ oleh daud ario pada 03/05/2011.

2 Tanggapan to “Eksposur dalam Transaksi Giro”

  1. Saya mau bertanya, apakah BG yang akan dicairkan dibawa ke bank penerbit atau bisa ke bank lain.. Misalnya bank penerbit BG adalah CIMB, apakah harus saya bawa BG ini ke CIMB saja atau bisa juga di bank lain misalnya Mandiri.. Terima kasih

    • BG yang diterbitkan sebuah bank bisa dicairkan di Bank lain melalui proses kliring, biasanya bank yang bersangkutan mengenakan biaya kliring. Kliring dilakukan di Bank Indonesia atau bank -bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: